BURUNG

Di pasar Mulla melihat orang-orang mengerumuni seekor burung kecil, dan mereka berani membelinya dengan harga yang tinggi. "Tentu harga burung dan unggas sudah naik," pikir Mulla. Dia lalu pulang ke rumah. Setelah dikejar-kejar, akhirnya dia berhasil menangkap kalkunnya yang sudah tua. Di pasar mereka hanya berani membeli ayam itu dengan harga dua mata uang perak. "Itu tidak adil," kata Mulla, "Kalkun ini besarnya berapa kali lipat dari burung yang ditawar dengan harga tinggi itu." "Tapi burung itu seekor betet, ia dapat bicara." Mulla memandang sekilas ke arah kalkunnya yang terkantuk-kantuk di tangannya. "Kalkun ini bisa berpikir," katanya.
(sumber: Humor-humor sufi - Massud Farzan)