UNTUK SEORANG UTUSAN
- - - - - - -
Sebuah kata ku coba susun di keremangan pagi
Mengharap sosokmu menjadi siluet……dalam sebait puisi
Sempat aku berfikir…
Untuk melogiskan mu
Maka …..ku curi seribu narasi
Dari lembaran-lembaran shir’ah
Dan kulukiskan seperti kaligrafi
Indah…..engkau memang ..sangat.. indah
Nur ilahi selalu menyinari mu
Dan.. aku ingin…. , jadi bayang - bayang mu
Tapi….apalah aku
pusing mencari sarapan di pagi hari
Hanya terlentang di sofa yang berlapis lapis
Mungkin, aku pernah mengingatmu
Akupun menangis……..
Setengah malam di sepertiga malam
Kau habiskan dengan sholat - sholat
Hingga membengkakkan kakimu
Kau layarkan do’a di samudra
Do’a yang bukan untuk mu
Tapi, demi manusia - manusia
Di malam - malam yang beku
Kau termenung sendirian di depan Ka’bah
Meneteskan tangis……….. kerinduan
Pada semua manusia yang terentang
Untuk sebuah risalah
Getaran rindumu merambat……. Menggelombang…
Bukan ! bukan seperti ombak, Bukan pula,
gelombang transversal ataupun longitudinal
Gelombang itu ………darah…..darah dan air mata
Ingin ku cari puji - pujian untukmu
Untuk membayar lunas jasa- jasa mu..
Tapi… bermilyar milyar saraf otak ku
Tak dapat menembusmu
Sungguh ....
Ku tak mampu, membalas cintamu
bY. roManTiC dEVil
"Kadang-kadang sebuah kalimat baik dalam buku bisa merubah seseorang menjadi baik"